PURWODADI, (11/03/2026) | Untuk memastikan pertumbuhan tanaman hutan berjalan optimal, jajaran petugas Perhutani BKPH Jatipohon melaksanakan kegiatan kontrol pertumbuhan sekaligus sulaman tanaman di petak 83A RPH Jangglengan BKPH Jatipohon KPH Purwodadi, pada Rabu (11/03).
Kegiatan ini dilakukan pada areal tanaman seluas 5,5 hektare dengan jenis tanaman pokok kehutanan berupa jati Jati Plus Perhutani (JPP) Stek Pucuk (SP), dikombinasikan dengan sistem tanam tumpangsari bersama tanaman semusim jagung yang dikelola oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi tanaman secara menyeluruh guna mengetahui tingkat keberhasilan tumbuh tanaman serta melakukan penyulaman pada titik-titik tanaman yang mati atau kurang berkembang. Upaya ini dilakukan agar kerapatan tanaman tetap terjaga dan pertumbuhan tanaman hutan dapat berlangsung maksimal.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa kegiatan kontrol pertumbuhan dan sulaman merupakan bagian dari langkah pemeliharaan tanaman agar kualitas tegakan hutan tetap terjaga sejak dini.
“Kontrol pertumbuhan tanaman ini sangat penting untuk memastikan tanaman pokok kehutanan dapat tumbuh dengan baik dan optimal. Jika ditemukan tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik, maka segera dilakukan sulaman sehingga kerapatan tanaman tetap terjaga dan produktivitas hutan di masa mendatang dapat maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala RPH Jangglengan Radik Saputro menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga melibatkan komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat penggarap yang tergabung dalam LMDH.
“Kami secara rutin melakukan pemantauan pertumbuhan tanaman di lapangan. Selain pengecekan, kami juga melakukan sulaman pada tanaman yang mati agar pertumbuhan tanaman jati tetap merata. Kegiatan ini juga menjadi momen koordinasi dengan mitra LMDH agar pengelolaan lahan berjalan baik,” ujarnya.
Ketua LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan, Wagiyo, mengapresiasi langkah Perhutani yang terus melakukan pembinaan dan pendampingan dalam pengelolaan lahan hutan bersama masyarakat.
“Kami dari LMDH Ngudi Makmur siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga dan merawat tanaman hutan. Melalui sistem tumpangsari ini, masyarakat juga bisa memanfaatkan lahan dengan menanam jagung tanpa mengganggu tanaman pokok kehutanan. Harapannya tanaman bisa tumbuh baik dan masyarakat juga mendapat manfaat,” ungkap Wagiyo.
Melalui kegiatan kontrol pertumbuhan dan sulaman tanaman ini, diharapkan kondisi tanaman hutan di wilayah BKPH Jatipohon dapat tumbuh optimal sehingga mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan melalui pola kemitraan bersama LMDH.
Editor : Aris