PEKALONGAN, (11/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang, melaksanakan kegiatan pembinaan penyadap getah pinus, di wilayah kerja Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sri Rejeki, pada Selasa, (10/02). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme penyadap sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang lestari.
Kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani, KPH Pekalongan Timur, dalam melakukan pendampingan kepada LMDH, sebagai mitra strategis perusahaan. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Perhutani, dan masyarakat desa hutan, dalam pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang, Sugiarto, yang mewakili Administratur, KPH Pekalongan Timur. Turut hadir Ketua LMDH Sri Rejeki, Supono, beserta jajaran pengurus LMDH, para penyadap getah pinus, serta petugas lapangan BKPH Bawang.
Administratur KPH Pekalongan Timur, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang, Sugiarto, menyampaikan bahwa pembinaan penyadap memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi getah pinus sekaligus kelestarian tegakan hutan.
Ia, menegaskan bahwa teknik penyadapan yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), sangat berpengaruh terhadap kesehatan pohon dan produktivitas jangka panjang.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap para penyadap dapat memahami dan menerapkan teknik penyadapan yang baik dan benar, memperhatikan aspek keselamatan kerja, serta bersama-sama menjaga kelestarian hutan sebagai aset bersama,” ujarnya.
Materi pembinaan yang disampaikan meliputi tata cara penyadapan getah pinus sesuai ketentuan, pemeliharaan pohon sadap, ketertiban administrasi sadapan, serta pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain itu, disampaikan pula evaluasi terhadap pelaksanaan penyadapan yang selama ini telah berjalan, sekaligus sesi diskusi dan tanya jawab dengan para penyadap.
Ketua LMDH Sri Rejeki, Supono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pembinaan serta pendampingan yang secara rutin dilakukan oleh BKPH Bawang. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para anggota LMDH, dan penyadap, dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan di lapangan.
“Kami berharap kegiatan pembinaan seperti ini, dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga selain meningkatkan hasil sadapan, juga dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan anggota LMDH serta kelestarian hutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pembinaan penyadap ini, Perhutani, KPH Pekalongan Timur, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan berkeadilan sosial. Sinergi antara Perhutani, dan LMDH, diharapkan mampu menciptakan hubungan kerja sama yang harmonis serta memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi seluruh pihak terkait. (Pkt/Ran)
Editor: Aris
Copyright © 2026