PEKALONGAN TIMUR (05/03/2026) | Dalam rangka memastikan kelancaran proses produksi serta meningkatkan pengawasan terhadap hasil hutan bukan kayu, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Randudongkal Eko Pranoto yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur melaksanakan pendampingan kegiatan penimbangan getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Dukuh Pete, RPH Watukumpul, pada Rabu (04/03).
Kegiatan penimbangan getah pinus tersebut merupakan kegiatan rutin untuk menampung hasil sadapan para penyadap yang berada di wilayah kerja BKPH Randudongkal. Dalam kesempatan tersebut, Asper BKPH Randudongkal Eko Pranoto memantau secara langsung jalannya proses penimbangan guna memastikan kegiatan berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku di lingkungan Perhutani.
Selain melakukan pemantauan, Asper BKPH Randudongkal Eko Pranoto juga berdialog langsung dengan para penyadap untuk mengetahui kondisi di lapangan. Pada kesempatan itu, ia juga memberikan motivasi agar para penyadap tetap menjaga kualitas hasil sadapan serta meningkatkan produktivitas getah pinus.
Salah satu penyadap yang turut melakukan penimbangan getah pada kegiatan tersebut adalah Munarso. Ia bersama penyadap lainnya secara rutin menyetorkan hasil sadapan getah pinus ke TPG Dukuh Pete untuk kemudian dilakukan penimbangan oleh petugas sebelum dicatat sebagai bagian dari produksi getah pinus di wilayah BKPH Randudongkal.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Asper BKPH Randudongkal Eko Pranoto menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan seperti ini penting dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembinaan kepada para penyadap agar kegiatan penyadapan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan proses penimbangan berjalan lancar dan transparan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara Perhutani dengan para penyadap agar setiap kendala yang ada dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan produksi getah pinus tidak lepas dari peran para penyadap yang setiap hari bekerja di kawasan hutan. Oleh karena itu, Perhutani terus berupaya memberikan pendampingan serta pembinaan agar kegiatan penyadapan dapat berjalan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan.
Melalui kegiatan pemantauan dan pendampingan penimbangan getah pinus ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dalam proses administrasi hasil sadapan, menjaga kualitas getah pinus yang dihasilkan, serta memperkuat sinergi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan yang berprofesi sebagai penyadap.
Salah satu penyadap, Munarso, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran jajaran Perhutani yang secara langsung memantau kegiatan penimbangan getah pinus di lapangan. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan semangat bagi para penyadap untuk terus bekerja dengan baik serta menjaga kualitas hasil sadapan.
Ia berharap kegiatan pendampingan dan komunikasi antara Perhutani dengan para penyadap dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan adanya perhatian dan pembinaan dari Perhutani, para penyadap merasa lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian hutan sebagai sumber penghidupan mereka.
Perhutani KPH Pekalongan Timur berkomitmen untuk terus mendorong optimalisasi produksi hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus. Komoditas tersebut tidak hanya menjadi salah satu unggulan Perhutani, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan melalui kegiatan penyadapan yang dilakukan secara berkelanjutan. (Pkt/Ran)
Editor: Aris
Copyright © 2026