BANYUMAS TIMUR (26/12/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur kembali hadir memberikan ruang belajar alami di kawasan hutan bagi peserta Pendidikan Dasar (Diksar) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kafilah A.K. Anshori Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dua malam dan berakhir pada Minggu (21/12), berlokasi di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Serang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur.
Kegiatan diksar dipandang sebagai pintu awal pembentukan karakter para kader, dengan rangkaian aktivitas yang dirancang untuk mengasah ketangguhan fisik, kekuatan mental, serta memperdalam pemahaman keagamaan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan. Melalui proses tersebut, diksar diharapkan mampu melahirkan pandu yang berdisiplin tinggi, mandiri, serta memiliki jiwa korsa yang kuat dan tangguh.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala BKPH Gunung Slamet Timur Bambang Sutanto menyatakan dukungan penuh Perhutani dalam memfasilitasi kegiatan serupa. Menurutnya, hutan sebagai paru-paru dunia sekaligus penyelamat lingkungan dari bencana dapat dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan edukatif, termasuk pelaksanaan diksar bagi para pecinta alam dari sekolah maupun perguruan tinggi.
“Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya selama kegiatan berlangsung. Jangan lupa mengutamakan keselamatan, dan semoga diksar ini memberikan dampak serta manfaat yang baik bagi para peserta,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan diksar tersebut dinilai berjalan sukses sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Para peserta tidak hanya tangguh secara mental dan fisik, tetapi juga mampu memahami teknik kepanduan dasar. Selain itu, rangkaian kegiatan seperti penjelajahan medan menuntut peserta mempelajari navigasi sekaligus berperan aktif dalam menjaga kebersihan kawasan hutan sebagai lokasi pembelajaran agar tetap bebas dari sampah.
Hal menarik lainnya terlihat saat para peserta membuat kerajinan tangan selama perjalanan dengan memanfaatkan limbah pinus. Kegiatan ini menunjukkan terbentuknya sisi kreatif dan produktif peserta dalam mengelola material yang umumnya dianggap tidak berguna.
Ketua Umum Hizbul Wathan Kafilah A.K. Anshori Eko Setiawan menyampaikan bahwa para peserta dibekali pengetahuan, keterampilan kepanduan, mental, kedisiplinan, serta nilai keikhlasan secara menyeluruh. Tema kegiatan, “Mengusahakan Terciptanya Kader yang Tangguh, Berintegritas, Peduli Sesama sesuai Janji dan Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan”, dirasakan sangat kuat dalam setiap rangkaian kegiatan.
“Semoga nilai-nilai yang ditanamkan tidak berhenti di diksar ini saja, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terbentuk kader yang tangguh, berakhlak mulia, berintegritas, serta siap mengabdi untuk persyarikatan, masyarakat, dan bangsa,” harapnya.
Ketua Panitia Diksar Yanuar Rizki Arif Saputra mengaku terkesan dengan kegiatan ujian jasmani berupa hiking. Dalam kegiatan tersebut, peserta dituntut untuk selalu kompak, tidak mudah menyerah, serta sigap dalam memecahkan berbagai permasalahan di lapangan.
“Kegiatan ini tidak hanya membangun fondasi kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Saya menyaksikan langsung semangat belajar, kekompakan, dan daya juang para peserta yang luar biasa. Mulai dari upacara pembukaan, pengujian keterampilan kepanduan, hingga renungan malam, semuanya dilalui dengan penuh kekhidmatan dan disiplin,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar tidak berhenti belajar dan menjadikan pengalaman serta ilmu yang diperoleh selama diksar sebagai bekal untuk membuktikan bahwa kader Hizbul Wathan merupakan generasi yang mampu menjadi teladan dalam membangun masa depan yang cerah. (Byt/Mei)
Editor: Aris
Copyright © 2025