BANYUMAS TIMUR (23/12/2025) | Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola hutan negara, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur mendukung dan memfasilitasi perizinan kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Anggota Muda Perhimpunan Pegiat Alam Christina Gajahmada (PPA Chrisda) Tahun 2025 yang berakhir pada Minggu (21/12).
Kegiatan diklat tersebut dilaksanakan selama tiga hari dua malam di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Serang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan, ketertiban, serta kelestarian kawasan hutan.
Administratur Perhutani KPH Banyumas Timur melalui Kepala BKPH Gunung Slamet Timur, Bambang Sutanto, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh kegiatan edukatif dan pembinaan generasi muda selama sejalan dengan ketentuan serta prinsip pengelolaan hutan lestari.
“Kami berharap melalui fasilitasi kawasan hutan ini dapat tumbuh generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian hutan dan lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan diklat ini, Anggota Muda PPA Chrisda dibekali pengetahuan, keterampilan, serta sikap dasar kepecintaalaman sebagai bekal dalam berkegiatan di alam terbuka, sekaligus menanamkan nilai-nilai organisasi kepada para peserta.
Kawasan hutan yang asri dimanfaatkan sebagai ruang belajar alam terbuka. Para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, antara lain long march, navigasi darat, latihan dasar search and rescue (SAR), masak dan makan di alam terbuka, survival, hingga simulasi kondisi darurat. Kegiatan ibadah juga menjadi bagian dari rangkaian diklat sebagai bentuk penguatan nilai moral dan spiritual.
Pembina Ekstrakurikuler PPA Chrisda, Nugroho Wahyu Prasetyo, menyampaikan bahwa izin serta pendampingan dari Perhutani KPH Banyumas Timur memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta selama berkegiatan. Menurutnya, kawasan hutan Banyumas Timur merupakan laboratorium alam yang sangat mendukung proses pembelajaran, mulai dari kerapatan vegetasi hingga kualitas sumber air.
“Kami mengapresiasi peran petugas Perhutani di lapangan yang secara aktif memberikan arahan terkait batasan aktivitas, etika berkegiatan di kawasan hutan, serta prosedur keselamatan,” ujarnya.
Pendampingan tersebut dinilai tidak hanya menjaga keamanan peserta, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengelolaan hutan yang lestari dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, Nugroho menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga kebersihan dan kondisi kawasan RPH Serang agar tetap seperti semula setelah kegiatan selesai.
“Kami berharap sinergi dengan Perhutani KPH Banyumas Timur dapat terus terjalin dan berkembang dalam bentuk kolaborasi lainnya, seperti kegiatan penanaman bersama atau edukasi konservasi dengan melibatkan tenaga ahli dari Perhutani,” imbuhnya. (Byt/Mei)
Editor: Aris
Copyright © 2025