PEKALONGAN BARAT (09-03-2026) | Upaya pemulihan kawasan hutan pasca bencana tanah bergerak dilakukan oleh Perum Perhutani melalui Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat dengan menggelar kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat dan relawan lingkungan di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tigasari, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Moga, pada Minggu (08-03-2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wanasari Desa Padasari, masyarakat setempat, komunitas pecinta alam, LSM Linduaji, Banser NU, serta perangkat desa. Penanaman pohon dilakukan di Petak 14 dan Petak 16 RPH Tigasari BKPH Moga serta di beberapa titik area yang terdampak tanah bergerak sebagai langkah rehabilitasi lahan sekaligus upaya mencegah potensi longsor di masa mendatang.
Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat melalui Asisten Perhutani (Asper)/Kepala BKPH Moga yang diwakili Kepala RPH Tigasari Kuswanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menghijaukan kembali lahan terbuka sekaligus menanggulangi dampak bencana tanah bergerak. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan fungsi ekologis kawasan.
Menurutnya, penanaman pohon tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi tanah yang terdampak pergerakan tanah, tetapi juga memperkuat struktur tanah agar lebih stabil.
“Melalui kegiatan ini kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan. Penanaman pohon di area rawan menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki kondisi lingkungan pasca tanah bergerak,” ujarnya.
Jenis bibit yang ditanam antara lain tanaman keras dan tanaman konservasi yang memiliki kemampuan menahan air serta memperkuat struktur tanah. Bibit yang ditanam di antaranya beringin dan matoa yang diharapkan dapat tumbuh dengan baik serta membantu memulihkan kondisi lahan yang terdampak.
Sementara itu, Ketua LMDH Wanasari Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal Marhudin mengapresiasi sinergi antara Perhutani dan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan warga dan relawan menunjukkan tingginya kepedulian terhadap kelestarian hutan dan keselamatan lingkungan sekitar.
“Kami berharap penanaman ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi lahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga hutan,” ungkapnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi singkat kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga tutupan vegetasi di kawasan perbukitan guna mengurangi risiko bencana alam seperti tanah bergerak dan longsor.
Melalui kolaborasi antara Perhutani, LMDH, relawan lingkungan, masyarakat, dan pemerintah desa, diharapkan kawasan hutan di Desa Padasari dapat kembali pulih serta memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat sekitar. (Pkb/Sgy)
Editor: Aris
Copyright © 202